Perlukah Indonesia Menerapkan Wajib Militer untuk Menumbuhkan Rasa Nasionalisme

https://i2.wp.com/2.bp.blogspot.com/-YTWIXkiQEkc/UC4X_QjJ87I/AAAAAAAAFa4/d15Hs1wKw9Y/s1600/indonesia_by_pistonbroke1.jpg

Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Selain itu, Indonesia juga memiliki wilayah yang sangat luas dan dikelilingi oleh lautan. Dengan keadaan yang seperti ini maka Indonesia menjadi sangat rawan dengan serangan dari luar negeri. Oleh karena itu, maka negara pun mengambil keputusan dengan mengadakan wajib militer bagi rakyat Indonesia. Namun yang menjadi pertanyaan adalah masih layakkah wajib militer di masa yang semuanya sudah serba menggunakan teknologi ini?

 

UU wajib militer dirasa perlu karena memang telah diamanatkan oleh UUD 1945 mengenai pengamanan negara dilakukan dalam satu sistem pemerintahan rakyat semesta. Maksudnya bahwa keamanan negara bukan hanya merupakan urusan tentara saja, melainkan seluruh rakyat Indonesia. Dalam sistem pertahanan terdapat 3 jenis komponen yakni komponen utama, komponen pendukung serta komponen cadangan. Rakyat merupakan komponen cadangan dari sistem pertahanan Indonesia. Namun, bukan berarti semua rakyat bisa ikut menjadi komponen cadangan melainkan semua anggota PNS serta anggota TNI yang telah memasuki masa pensiun. Untuk yang bukan PNS, diwajibkan bagi mereka yang berumur diatas 18 tahun. Bagi PNS, wajib militer merupakan tuntutan sehingga kalau tidak mematuhi maka akan mendapat hukuman penjara paling lama 5 tahun.

 

Program wajib militer ini untuk menambah jumlah personel anggota TNI yang menurut Departemen Pertahanan dirasa kurang. Indonesia mempunyai jumlah penduduk sekitar 240 juta warga. Idealnya sebuah negara memiliki 0,4%  dari jumlah penduduknya untuk alat kelengkapan negara. Sayangnya, jumlah personel kelengkapan negara Indonesia tidak mencapai angka 1 juta melainkan 413 ribu personel yang terdiri dari 317 ribu personel TNI AD, 82 ribu personel TNI AL, serta 34 ribu personel TNI AU. Diharapkan dengan program wajib milite, jumlah personel TNI bisa mencapai angka 1 juta personel sehingga mencapai jumlah yang ideal tersebut.

 

Sayangnya, program wajib militer ini dirasa kurang logis dan praktis. Hal ini dikarenakan program wajib militer melatih para tentara cadangan hanya 30 hari dalam setahun. Jika melihat disisi keefektifan latihan maka waktu yang 30 hari hanya berguna untuk latihan baris berbaris bukan latihan untuk berperang. Ditambah lagi, para wajib militer ini tidak dibayar dan hanya diberi uang saku saja. Hal ini sungguh merugikan bagi para wajib militer karena jika hanya 30 hari maka akan mempengaruhi produktivitas mereka dalam bekerja. Jika memang ingin menambah jumlah personel maka perbesarlah jumlah APBN untuk anggaran pertahanan. Menurut data statistik yang ada, jumlah dana APBN untuk bidang pertahanan hanya 0,77 % dari total seluruh APBN. Ini hanya untuk cukup untuk membiayai komponen utama saja bahkan dirasa masih kurang karena jumlah dana yang pantas untuk membiayai seluruh personel ini adalah 2  % total APBN. Jadi program wajib militer ini dirasa kurang pas untuk keadaan bangsa Indonesia saat ini.

 

Lalu apa hubungan wajib militer dengan nasionalisme? Tentu saja dengan seseorang yang berjuang melindungi negara maka dia bisa dibilang nasionalisme. Namun, jika kita melihat dari kacamata tersebut maka itu bisa dibilang nasionalisme yang sempit. Pemerintah sering menghubungkan hal-hal tersebut agar masyarakat mau dan sukarela untuk mengikuti wajib militer. Sebenarnya hal tersebut tidak diperlukan karena jika memang seseorang mencintai negara dan ingin melindunginya maka tanpa perlu dipaksa sekalipun orang tersebut akan menjadi anggota personel TNI. Selain itu juga jika memang Indonesia ingin menjadi negara yang kuat dalam sistem pertahanan yang kuat maka perbaiki dan tambahlah jumlah ALUSISTA nya.Sebagai contoh negara China yang terus maju dalam menyiapkan ALUSISTA dan diperkirakan tahun 2020 nanti, dengan kapal selamnya China bisa menyusup masuk ke Indonesia tanpa diketahui oleh anggota TNI AU. Semoga pemerintah mulai sadar bahwa bukan wajib militer yang harus digalakkan melainkan menambah jumlah ALUSISTAnya karena tanpa wajib militer pun rakyat Indonesia akan membela tanah airnya jika memang ada bahaya yang mengancam.

 

Credit : Kompasiana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s